Selasa, 28 September 2021
Media
dan Kontrol Sosial
Oleh : Amabel Yuniar (B95219086)
A. Media
Media adalah
alat saluran komunikasi. Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan
bentuk jamak kata medium. Secara harfiah, media berarti
perantara, yaitu perantara antara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan
(a receiver).[1]
Menurut Sadiman, 2002:6, Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan minat.
Media
massa merupakan sarana komunikasi dalam penyampaian pesan-pesan, sebagai alat
komunikasi untuk menyebarkan berita ke masyarakat luas. Menurut Cangara[2], media adalah alat atau
sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada
khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam
penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat
komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.
Menurut
Muhtadi ada lima hal yang menunjukan sifat dari media massa, yaitu :
1.
Bersifat Melembaga
2.
Bersifat Satu Arah
3.
Meluas dan Serempak
4.
Memakai Peralatan Teknis atau Mekanis
5.
Bersifat Terbuka
Fungsi media massa, Domininick (2001)
menyebutkan beberapa fungsi media massa bagi masyarakat, yaitu :[3]
1.
Fungsi pengawasan (surveillance).Fungsi
ini terdiri dari 2 bentuk utama, yaitu pengawasan peringatan dan
pengawasan instrumental. Media massa menjalankan fungsi pengawasan peringatan,
jika menginformasikan tentang ancaman yang disebabkan oleh beberapa hal,
misalnya bencana alam, serangan militer, inflasi dan krisis ekonomi. Fungsi
pengawasan instrumental dari media massa jika informasi yang disampaikan
memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Fungsi penafsiran (interpretation). Fungsi
ini dijalankan jika media selain menyampaikan fakta dan data kepada khalayak,
juga memberi penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting.Media memilih dan
memutuskan peristiwa-peristiwa mana yang layak dan yang tidak layak disajikan.
3.
Fungsi keterkaitan (linkage). Media massa
dapat menjadi alat pemersatu anggota masyarakat yang beragam sehingga membentuk
pertalian berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu.
4.
Fungsi penyebaran nilai (transmission of
values). Fungsi ini disebut juga sosialisasi. Media massa memperlihatkan kepada
khalayak tentang bagaimana seharusnya mereka bertindak dan apa yang diharapkan
mereka.
5.
Fungsi hiburan (entertainment). Fungsi
hiburan selalu dijalankan oleh setiap media massa. Media yang sangat jelas
menjalankan fungsi ini adalah televisi, radio dan tabloid.
Selain
fungsi-fungsi di atas, ada beberapa fungsi yang bersifat umum lain dari media
massa, yaitu fungsi informasi, pendidikan, memengaruhi, fungsi proses
pengembangan mental, adaptasi lingkungan dan fungsi memanipulasi lingkungan.
Secara lebih khusus media massa mempunyai fungsi, yaitu fungsi meyakinkan,
menganugerahkan status, membius, menciptakan rasa kebersatuan, privitasi dan
hubungan parasosial. (Karlina, dkk, 2002).
B. Kontrol
Sosial
Kontrol
sosial (social control) adalah suatu upaya teknik dan strategi yang mencegah
perilaku manusia untuk menyimpang dalam masyarakat. Kontrol sosial terjadi
dimanapun, contohnya: keluarga, sekolah, masyarakat. Kebanyakan orang yang
melanggar norma-norma sosial yang ada, akan diberi sanksi (sanctions) atau
hukuman dan penghargaan karena melakukan sesuatu yang terkait dengan norma
social.
Menurut
Joseph S. Roucek, mengartikan pengendalian sosial sebagai proses baik
direncanakan maupun tidak di rencanakan yang bersifat mendidik, mengajak,
bahkan memaksa warga-warga masyarakat agar mematuhi kaidahkaidah dan
nilai-nilai sosial yang berlaku. Sementara, Peter L. Berger memberikan batasan
atau pengertian pengendalian sosial dengan berbagai cara yang digunakan masyarakat
untuk menertibkan keanggotaannya yang berbuat menyimpang. (Idianto M : Th :
163)[4]
Adapun
tujuan dari pengendalian sosial, yaitu :
1.
Agar dapat terwujud keserasian dan
ketenteraman dalam masyarakat.
2.
Agar pelaku penyimpangan dapat kembali
mematuhi norma-norma yang berlaku.
3.
Agar masyarakat mau mematuhi norma-norma
sosial yang berlaku baik dengan kesadaran sendiri maupun dengan paksaan.
Fungsi pengendalian sosial :[5]
1.
Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap
norma sosial, bahwa hidup di dalam masyarakat tidak bisa sekarepe dewe tetapi
harus disesuaikan dengan norma sosial, bukan normanya sendiri.
2.
Memberikan imbalan kepada kepada warga
yang mentaati norma, bagi individu yang mentaati norma mendapatkan pujian (
imbalan positif) dan bagi yang melanggar mendapat sanksi ( imbalan negatif).
3.
Mengembangkan rasa malu, rasa malu ini
sudah semakin hilang di masyarakat kita, sekalipun para pelaku penyimpang
sosial ini suka dipamerkan di televisi (menampilkan wajah pelaku), namun tetap
saja korupsi, pelanggaran dan kejahatan lainnya semakin meningkat.
4.
Mengembangkan rasa takut, pelanggaran
sosial yang dilakukan oleh individu atau kelompok harus mendaptkan sanksi yang
tegas.
5.
Menciptakan sistem hukum. Pelanggaran
sosial apa pun bentuknya dan siapa pun pelakunya harus mendapatkan hukuman
C. Peran
Media Massa Sebagai Kontrol Sosial
Media
Massa adalah sarana komunikasi massa dimana proses penyampaian pesan, gagasan,
atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak. Media massa
mempunyai tugas dan kewajiban, selain menjadi sarana dan prasarana komunikasi
untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini
melaui pemberitaan atau publikasinya. Dengan pemberitaan atau publikasi ini,
media massa di katakan sebagai agen perubahan karena memberikan informasi
tentang perubahan, bagaimana hal itu bekerja dan hasil yang dicapai atau yang
akan dicapai, dapat merubah pola pikir dan pandangan manusia terhadap suatu
masalah tertentu. Media massa sebagai agen perubahan dan sebagai control social
masyarakat harus dapat memberikan informasi yang tepat dan juga berguna.
Peran
media massa seperti pisau bermata dua, berperan positif sekaligus juga berperan
negatif. Peran positif media massa berupa kontribusi dalam menyebarluaskan
informasi kepada khalayak sekaligus juga sebagai alat
kontrol publik masyarakat dalam menyikapi informasi yang sedang
berlangsung. Lain halnya dengan negatif misalnya pemberitaan yang mereduksi
fakta sehingga menghasilkan kenyataan semu (false reality), yang dapat
berakibat menguntungkan kepentingan tertentu dan sekaligus merugikan pihak lain.[6]
Pemberitaan
media sangat berdampak terhadap psikologi, gaya hidup, dan opini masyarakat.
setiap perilaku dan pola pikir masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh
pemberitaan di media massa. Sehingga jika pemberitaan itu tidak baik maka
secara tidak langsung opini dan perilaku masyarakat juga akan terpengaruh.
D. Kesimpulan
Media massa sebagai wadah
penyampaian informasi, media hiburan, dan pendidikan, juga berfungsi sebagai
kontrol sosial. Media massa mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam
kehidupan sosial, baik pengaruh yang mengarah ke bentuk positif maupun negatif.
Karena perannya yang sangat potensial untuk mengangkat dan membuat opini publik
sekaligus sebagai wadah berdialog antar lapisan masyarakat. Pada dasarnya,
efektivitas yang dihasilkan dari fungsi ini (kontrol sosial) bergantung pada
integritas media itu sendiri. Selain itu, juga bergantung pada tingkat
kepercayaan publik terhadap media yang bersangkutan.
[1] Wikipedia
“Media” diakses https://id.wikipedia.org/wiki/Media
[2]
Peran Media Massa sebagai Kontrol Sosial, diakses dari https://www.sultranet.com/1658/
[3] M.
Yoserizal Saragih, “Media Massa dan Jurnalisme: Kajian Pemaknaan Antara Media Massa
Cetak dan Jurnalistik”, Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, Vol. 6 No.1, 2018
[4] Ida
Bagus S.P, “Sosial Control: Sifat dan Sanksi sebagai Sarana Kontrol Sosial”,
Volume XIII, No.1, Maret 2018
[5]
Pengertian Pengendalian Sosial – Macam, Lembaga, Ciri, Tujuan, Fungsi, Bentuk,
Contoh, Para Ahli, diakses dari https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-pengendalian-sosial/
[6] Peran
Media Massa sebagai Kontrol Sosial, diakses dari https://www.sultranet.com/1658/

Komentar
Posting Komentar